KALBAR.KABARDAERAH.COM, KAYONG UTARA – PT Dharma Inti Bersama (DIB) menyerahkan bantuan alat tangkap ikan berupa jaring insang dan 2.500 kail pancing rawai kepada kelompok nelayan di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata. Penyaluran bantuan ini bertujuan meningkatkan produktivitas serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan di sekitar Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).
Bantuan ini dirancang sebagai bentuk diversifikasi alat tangkap bagi nelayan setempat, yang selama ini mayoritas masih bergantung pada penggunaan kelong. Dengan adanya alat tambahan seperti jaring insang dan pancing rawai, nelayan memiliki opsi lebih luas untuk melaut di tengah kondisi cuaca yang sering berubah.

External Relation Manager PT DIB, Sugeng Sulistiyo menjelaskan pemberian bantuan merupakan tindak lanjut dari identifikasi kebutuhan yang dilakukan CSR perusahaan bersama kelompok nelayan.
“Program ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menghadirkan alternatif alat tangkap yang dapat dimanfaatkan nelayan sesuai kondisi di lapangan. Selama ini sebagian besar nelayan masih bergantung pada kelong. Kami berharap jaring insang maupun pancing rawai dapat menjadi pilihan tambahan untuk meningkatkan hasil tangkapan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan,” ujarnya.
Sugeng juga menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menjalin komunikasi dengan masyarakat. Evaluasi terhadap penggunaan bantuan ini nantinya akan menjadi dasar bagi PT DIB dalam merancang program pemberdayaan berikutnya.
“Kami berharap para nelayan juga dapat memberikan masukan mengenai manfaat bantuan ini. Evaluasi tersebut menjadi bekal bagi kami untuk terus menyusun program-program yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Komitmen kami adalah terus tumbuh dan melangkah bersama masyarakat Pelapis,” tambahnya.

Ketua kelompok nelayan penerima bantuan, Hamsyah dan Sandi, sepakat bantuan ini memberikan solusi nyata bagi kebutuhan mereka di lapangan. Hamsyah mengungkapkan, diversifikasi alat ini membuka peluang hasil tangkapan yang lebih besar. Sementara Sandi menekankan bantuan ini merupakan hasil komunikasi yang baik antara nelayan dan perusahaan.
“Kami merasa lebih mudah berkomunikasi. Kalau ada kebutuhan atau usulan, sekarang ada tempat untuk menyampaikan. Kami merasakan perusahaan benar-benar hadir bersama masyarakat,” ujar Hamsyah.

Program perikanan tangkap ini melengkapi rangkaian dukungan CSR PT DIB yang telah menyentuh berbagai aspek di Desa Pelapis, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur. Melalui inisiatif berkelanjutan ini, PT DIB berharap masyarakat pesisir di sekitar KIPP dapat semakin mandiri dan produktif dalam mengelola potensi laut mereka.
(*)

Discussion about this post