Beranda Kab. Ketapang Kodim 1203 Ketapang Galakan Patroli Dan Sosialisasi Larangan Karhutla

Kodim 1203 Ketapang Galakan Patroli Dan Sosialisasi Larangan Karhutla

39
Bersama masyarakat tim patroli dari Kodim 1203 Ketapang di depan poster yang tertulis kan larangan untuk membakar hutan dan sebagai sarana sosialisasi.
KALBAR.KABARDAERAH.COM, KETAPANG – Kodim 1203 Ketapang saat ini sedang menggalakkan dan meningkatkan patroli dan sosialisasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
 
Patroli dan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar lahan dan hutan. 
 
TNI bersama dengan instansi terkait dan masyarakat mendatangi tempat-tempat yang rawan terjadinya pembakaran lahan. Mereka memberikan pemahaman secara langsung tentang larangan membakar hutan dan lahan. 
 
Terlihat tim patroli membawa poster yang tertulis kan larangan untuk membakar hutan dan sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat. 

Komandan Korem 121/Abw Brigjen TNI Bambang Ismawan melalui Dandim 1203/Ktp Letkol Kav Jami’an mengatakan bahwa kegiatan patroli dan sosialisasi ini sangat efektif sebagai upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
 
Kegiatan ini sangat efektif mengingat di wilayah Kabupaten Ketapang merupakan salah satu kabupaten yang berpotensi tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya. 
 
“Ditambah dengan adanya sikap masyarakat yang sangat antusias dalam mendukung kegiatan patroli dan sosialisasi ini,” ucap Jami’an, belum lama ini.

Kegiatan patroli dan sosialisasi karhutla ini dilakukan di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Ketapang oleh anggota Koramil beserta dengan Polri, Manggala Agni dan masyarakat setempat yang dilakukan setiap hari. ‎
 
Letkol Kav Jami’an optimis bahwa tingkat kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Ketapang akan berkurang di tahun depan hal ini karena di setiap desa sudah terbentuk masyarakat peduli api (MPA) termasuk perusahaan perkebunan saat ini sudah diwajibkan membentuk peleton siaga api dengan perlengkapan pemadam kebakaran yang standar. 
 
“Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat semakin meningkat untuk tidak membakar lahan dan termasuk kesiapan untuk menghadapi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” imbuhnya.
 
(AgsH/rls)‎