Beranda Kab. Ketapang Kedatangan Jamaah Haji Asal Ketapang Disambut Wabub Di Batam 

Kedatangan Jamaah Haji Asal Ketapang Disambut Wabub Di Batam 

41
Wabub Ketapang Drs H Suprapto S (paling kanan) menyaksikan penyerahan penghargaan kepada BPIH Batam oleh Wagub Kalbar H Ria Norsan (ketiga dari kanan) saat penyambutan jamaah haji Kalbar di asrama haji.

KALBAR.KABARDAERAH.COM, BATAM – Wakil Bupati Ketapang Drs H Suprapto S, bersama Panitia Pemulangan Jamaah Haji Kabupaten Ketapang menyambut langsung kedatangan haji asal Kabupaten Ketapang di Asrama Haji Embarkasi Batam Kepulauan Riau, Senin, malam, (10/9/2018).

Jamaah Haji asal Kabupaten Ketapang yang tergabung dengan kloter 12 bersama jamaah asal Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Putusibau akan tiba di Pontianak, pada selasa, (11/9/2018), kemudian Jamaah Haji asal Kabupaten Ketapang akan tiba di Bandara Rahadi Oesman pada Rabu, (12/9/2018).     

Ketua kloter 12 BPIH Batam H Samin Lasio mengungkapkan bahwa kloter 12 Batam yang kembali berjumlah 449 orang, satu orang jamaah dari Kabupaten Ketapang mengundurkan diri, dalam pelaksanaan ibadah ada pengurangan jumlah jamaah 2 orang meninggal dunia satu diantaranya jamaah asal Kabupaten Ketapang dan 1 orang harus ditinggalkan rumah sakit Medinah karena sakit.

“449 orang tersebut diharapkan pulang dengan sehat dan pulang dengan haji yang mambrur,” katanya.

Wabub Ketapang Drs H Suprapto S menyalami jamaah haji asal Ketapang ketika di asrama haji embarkasi Batam.

Samin memaparkan dalam pelaksanaan kegiatan ibadah ada persoalan yang harus dibenahi. Seperti persolaan identitas jamaah.

“Kalau ada jamaah yang tersesat dengan identitas mudah ditemukan, berupa tanda yang dikenakan dengan ciri khas warna sehingga dari jauh sudah kelihatan,” ungkapnya.

Sementara untuk jamaah haji asal Kabupaten Ketapang tidak dilengkapi dengan tanda identitas. Ia  berharap untuk Kabupaten Ketapang tahun depan bisa pasang tanda dan baju diseragamkan sehingga ketika berada ditengah jutaan manusia sangat mudah dikenali petugas yang mengidentifikasi jamaah jika ada yang terpisah dari rombongan.

Wagub Kalimantan Barat H Ria Norsan dalam sambutannya mengatakan ibadah haji melaksanakan rukun islam yang ke 5. Kewajiban umat muslim bagi yang mampu untuk melaksanakannya.
“Dari sekian banyak tamu Allah yang diundang adalah bapak ibu sekalian, yang bisa pulang ada juga yang diundang Allah tidak bisa kembali,” kata Wagub Ria Norsan. 

“Kita doakan almarhum dan almarhumah ditempatkan disisi Allah, diampunkan segala dosanya dan dimudahkan urusannya di yaumil mahsyar nanti. Yang sakit kita doakan cepat sembuh dan cepat pulang ke tanah air,” ucapnya.‎
Wabub Ketapang Drs H Suprapto S menyambut lansung jamaah haji asal Ketapang ketika di asrama haji embarkasi Batam.

Selanjutnya Wagub berpesan kepada jamaah Kabupaten Ketapang, Bengkayang dan Kapuas Hulu.”Bahwa kita sudah mendapat gelar hasil dari kita kuliah di Mekah dan Medinah kurang lebih 40 hari. Bapak ibu mendapat gelar Haji dan Hajjah,” tuturnya. ‎

Dengan menyandang gelar tersebut oleh para jamaah Ria Norsan berharap para jamaah akan lebih baik sebelum menyandang gelar haji dan Hajjah. Dengan lebih baik itulah ciri-ciri haji yang mabrur balasannya surga Allah.

Selain itu diharapkan para jemaah haji dapat membawa perubahan-perubahan baik secara pribadi, keluarga dan lingkungan. Dan terutama membawa perubahan-perubahan yang positif sehingga Kalimantan Barat menjadi negeri yang  Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur (negeri yang subur dan makmur, adil dan aman).

Sementara itu Wabup Ketapang Drs H Suprapto S, sangat bersyukur kepada jamaah Kabupaten Ketapang secara keseluruhan pulang dengan selamat. Meskipun ada 1 orang jamaah yang meninggal, yakni Suryana Bahari Abdul Razak (50).

Umumnya berdasarkan pengalaman yang sudah sudah ada sakit sedikit seperti batuk-batuk karena perubahan cuaca.

Wabup H Suprapto mendoakan jamaah haji Kabupaten Ketapang menjadi haji yang mabrur yang berdampak pada masyarakat di lingkungannya yang juga akan membawa dampak positif bagi daerah Ketapang,

Wabup berharap kedepan pelaksanaan ibadah haji semakin baik, berdasarkan pengalaman bahwa jamaah Ketapang tidak ada tanda identitas agar mudah dikenal dan kedepan harus diperbaiki.‎

(AgsH/Adv)
Sumber: Rilis Humas Pemkab Ketapang‎